Kemaren kawan guru/operator dari kawasan Padang Tiji datang membawa KMA 303 Tahun 2016 tentang Konversi Guru pada Jenjang MI, dimana point penting dari KMA tersebut adalah dibolehkan Guru Mata Pelajaran untuk mengajar sebagai Guru Kelas. Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Agama Nomor 303 Tahun 2016 tentang Konversi Guru pada Jenjang Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, maka guru-guru yang telah memiliki sertifikat pendidik mata pelajaran, dapat mengampu sebagai guru kelas MI. Pertanyaannya adalah, Guru Mapel apa saja yang di akomodir KMA Tersebut? apakah Simpatika telah mengakomodir hal tersebut?

Nah, Dua pertanyaan itu belum bisa saya jawab dikarenakan pertama, saya baru melihat KMA tersebut walaupun udah jauh hari dikeluarkan (22 Juni 2016). Kedua, Point per point dalam KMA tersebut masih ambigu guru mapel apa saja yang dimaksud, apakah juga termasuk guru mapel PAI bisa mengajar guru kelas.

Setelah saya searching ke sana-sini, hari ini saya coba jawab tentang KMA tersebut sebagai langkah awal antisipasi guru-guru yang minta jam guru kelas.

  1. Keputusan Menteri Agama Nomor 303 Tahun 2016 tentang Konversi Guru pada Jenjang Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah adalah produk hukum yang SAH dan boleh digunakan.
  2. KMA Nomor 303 Tahun 2016 belum diakomodir oleh Aplikasi SIMPATIKA (walaupun KMA sudah ada jika belum di akomodir aplikasi SIMPATIKA tetap tidak linier)
  3. KMA Nomor 303 Tahun 2016 masih butuh penjelasan aturan teknis, dikarenakan mapel apa saja yang dibolehkan dan tidak dibolehkan untuk mengampu pelajaran Guru kelas. Ini sangat penting sebab jika TERLANJUR KITA BERIKAN PELAJARAN GURU KELAS KE GURU MAPEL, tiba-tiba turun JUKNISnya mapel tersebut “TIDAK DIAKUI” otomatis guru tersebut akan menagih TPGnya ke admin yang menyatakan BISA konversi mapel yang diampu guru tersebut.
  4. KMA Nomor 303 Tahun 2016 tersebut Menurut Admin Pusat Simpatika, sebagaimana dikutip dari Fans Page Simpatika, mengungkapkan bahwa KMA 303 Tahun 2016 tidak serta merta mengijinkan semua mata pelajaran umum sertifikasi dikonversi menjadi guru kelas. Dibutuhkan penjelasan secara lebih rinci melalui aturan teknis dari Dirjen Pendis. Dan Tim Simpatika tengah menunggu terbitnya aturan resmi dari Dirjen Pendis tersebut untuk menetapkan linieritas guru mapel yang mengajar sebagai guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah.

Kesimpulannya, sampai saat tulisan ini dimuat, guru dengan sertifikat pendidik mata pelajaran belum linier ketika mengampu sebagai guru kelas. Namun karena KMA Nomor 303 Tahun 2016 merupakan produk hukum yang sah, seharusnya Simpatika segera mengakomodirnya.

Semoga aturan teknis dari Dirjen Pendis terkait konversi guru mapel menjadi guru kelas tersebut secepatnya diterbitkan dan membawa angin segar bagi guru-guru madrasah.

konversi-guru-mi-1 konversi-guru-mi-2