HAB KEMENAG 2016_

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-70, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie, menggelar acara jalan santai serta Donor Darah di halaman Kemenag setempat, Sabtu (02/01) besok.

Kegiatan jalan santai untuk tahun ini diperuntukkan untuk keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie dan terbuka untuk masyarakat umum. Jalan santai dilaksanakan tepat pukul 08.00 Wib, start dari depan kantor Kemenag Kabupaten Pidie melewati mesjid AL-Falah Sigli dan finish kembali di halaman Kankemenag Kabupaten Pidie yang rencananya akan dilepaskan oleh Bapak Kapolres Pidie.

Pada kegiatan tersebut panitia HAB menyiapkan door prize. Sampai hari ini sudah ada tiga unit sepeda sebagai hadiah utama, dan beberapa hadiah menarik yang dipersembahkan oleh mitra kerja Kankemenag, Kepala Madrasah se-Kabupaten Pidie, sebagaimana yang disampaikan oleh ketua Panitia HAB ke-70 H. Hasanuddin, S. Ag serta sumbangan sponsor lainnya.

Kakankemenag Kab. Pidie melalui Ketua Panitia H. Hasanuddin mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati HAB ke 70. Hasanuddin mengemukakan, syukuran dan puncak upacara HAB akan dilaksanakan di halaman Kemenang Kabupaten Pidie. “Pada puncak HAB nanti dilaksanakan upacara dan rencananya dihadiri Bupati Pidie sebagai pembina upacara, sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agama RI. Sekaligus pada tanggal 3 Januari 2016 itu juga akan dilaksanakan donor darah” katanya.

Dikatakan Hasanuddin, HAB kementerian agama merupakan momentum terbaik untuk membawa pesan kepada kita semua untuk bekerjasama mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan sebagai spirit pembangunan bangsa yang tidak dapat tergantikan. Sesuai dengan tema, “Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani”, peringatan Hari Amal Bakti diharapkan memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama terhadap Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong di era revolusi mental sekarang ini.

Melalui peran Kementerian Agama, imbuh dia, pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki dimensi keagamaan, dimensi moral dan dimensi spritual yang harus selalu dijaga. “pungkasnya