Ayo Madrasah copy

Kepada kawan-kawan kepala RA/Madrasah. Setelah mendengar, melihat dan memantau situasi penerimaan siswa baru tahun ini, yang dibeberapa wilayah ada yang belum ada pendaftar (karena duluan diambil sekolah tetangga dengan berbagai iming-iming), saya pribadi menghimbau kawan-kawan kepala RA/Madrasah agar terus BERGERILYA untuk mendapatkan siswa baru, ajak guru-guru di RA/Madrasah, TAWARKAN MEREKA DENGAN MUTU DAN PROFESIONALITAS. Gunakan Sistem PEMASARAN PENDIDIKAN. wuihh..

Istilah pemasaran pendidikan mungkin terasa asing di telinga kita dan para pengelola lembaga pendidikan sekolah karena dalam istilah itu terkesan adanya anggapan bahwa madrasah adalah usaha bisnis dagang. Tetapi, sebenarnya sudah banyak istilah dan konsep bisnis yang telah masuk dan diterapkan kedunia pendidikan (seperti, misalnya, ‘manajemen’, ’supervisi’, cost-benefit analysis, dlsb.) (Arief Furchan:2012).

Dalam hal ini diperkuat dengan buku pengantar ekonomi yaitu sering disebutkan bahwa ada dua hal yang diperjua-belikan: barang dan jasa (goods and services). Dan ranah pendidikan adalah termasuk pada jual beli jasa.

Pemasaran pendidikan di era ini merupakan sebuah keharusan terkait dengan era yang sarat akan kompetitif di berbagai ranah, sehingga lembaga pendidikan sekolah yang tidak bisa menarik minat masyarakat maka siap-siap lembaganya gulung tikar walaupun ada peminatnya kebanyakan diantara karena tidak diterima di sekolah-sekolah favorit. Sehingga konsekuensi logisnya lembaganya wujuduhu ka’adamihi (Na tapi sang lage tan).

Sehingga muncul pertanyaan yaitu bagaimana dapat merebut konsumen (siswa baru)? Yang hal ini merupakan momen yang tidak bisa kita sebagai pengelola pendidikan anggap remeh.

Madrasah akan menjadi buruan konsumen ada beberapa hal penting yang harus di realisasikan sebagaimana di utarakan Fawaiz Zaini, yaitu peningkatan:

  1. Manajemen personalia pendidikan

Personalia dalam pendidikan adalah pendidik dan tenaga kependidikan, mereka semua merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran, karena proses pendidikan tidak akan berhasil dengan baik jika pendidiknya kurang professional, peran pendidik dalam proses pembelajaran yang mempunyai tempat yang sangat strategis bahkan jika boleh dikatakan melebihi metode.

A. Malik Fadjar mengatakan “ Al-thariqah ahammu min al-maddah walakinna al mudarris ahammu min thariqah” artinya metode lebih penting dari pada materi, tetapi guru lebih penting dari pada metode.

  1. Manajemen kesiswaan pendidikan

Manajemen kesiswaan adalah pengelolaan kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari awal masuk (bahkan sebelum masuk) hingga akhir (tamat) dari lembaga pendidikan.(Mujamil Qomar :2007)

Artinya bahwa sekolah tidak berhenti pada proses penerimaan saja akan tetapi peserta didik diproses menjadi jasa yang benar-benar dapat memuaskan masyarakat, tentu dalam hal ini dengan diadakannya program-program yang meningkatkan minat dan bakat mereka, selain proses pembelajaran yang wajib mereka realisasikan

  1. Manajemen kurikulum pendidikan

Kurikulum jika penulis boleh konotasikan adalah sebagai ruh dan sekolah sebagai jasadnya, sehingga di sini perlunya realisasi kurikulum yang benar-benar sesuai dengan prinsip manajemen kurikulum.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum adalah sebagai berikut:

  1. Produktivitas
  2. Demokratisasi
  3. Kooperatif
  4. Efiktivitas dan efisiensi,
  5. Mengarahkan pada pencapaian visi, misi, dan tujuan yang sudah ditetapkan. (Kiswan:2012)
  6. Manajemen keuangan pendidikan

Pada ranah keuangan tentunya menjadi sorotan yang tidak kalah pentingnya dari manajemen yang lain, dalam kaitannya dengan keuangan ini maka sekolah harus menciptakan transparasi keuangan dan jauhi ketua yayasan dan kepala sekolah untuk memegang uang dengan kata lain sentralisitik kekuasaan, serahkan masalah keuangan pada bendahara.

Dan yang perlu juga diperhatikan yaitu komponen utama manajemen keuangan yaitu: budgeting (penganggran belanja), implementation involves accounting (pelaksanaan penganggaran) dan evaluation involves (proses evaluasi terhadap pencapaian sasaran).(Mulyasa:2002).

  1. Manajemen sarana prasarana pendidikan

Manajemen sarana prasarana bertugas serta menjaga semua kekayaan sekolah agar dapat memberikan kontribusi terhadap proses pendidikan secara optimal. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pangadaan,pengawasan, penyimpanan,inventarisasi,penghapusan serta penataan.( Mulyasa:2002)

Oleh karena itu jika hal di atas dapat terealisasi dengan baik maka tidak perlu memasang benner dimana-mana karena masyarakat sudah tahu dengan sendirinya tentang bagaimana sekolah tersebut. Dan juga penulis berasumsi bahwa sekolah yang memasang benner dengan keunggulan yang dipampang menunjukkan sekolah tersebut bukan sekolah yang benar-benar unggul atau berkualitas.

Lihat saja sekolah yang berkualitas atau unggul maka sedikit diantara mereka yang banyak menyebar brosur dan memampang benner dijalan-jalan. Yang ada malah masyarakat yang mencarinya dan bisa jadi akan datang untuk menanyakan proses pendaftaran. (andie)

AYO JEMPUT SISWA BARU, KERAHKAN SEMUA PASUKANangkot